Search This Blog

Loading...

Saturday, June 19, 2010

Definisi Payback Period

Periode pengembalian – payback period

Periode “Payback” menunjukkan berapa lama (dalam beberapa tahun) suatu investasi akan bisa kembali. Periode “Payback” menunjukkan perbandingan antara “initial investment” dengan aliran kas tahunan, dengan rumus umu sebagai berikut :

Nilai Investasi

Payback Period = _______________

Proceed

Apabila periode payback kurang dari suatu periode yang telah ditentukan proyek tersebut diterima, apabila tidak proyek tersebut ditolak.

Jangka waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan nilai investasi melalui penerimaan – penerimaan yang dihasilkan oleh proyek investasi tersebut juga untuk mengukur kecepatan kembalinya dana investasi.

Kebaikan dan Kelemahan Payback Method

Kebaikan Payback Method

1) Digunakan untuk mengetahui jangka waktu yang diperlukan untuk pengembalian investasi dengan resiko yang besar dan sulit.

2) Dapat digunakan untuk menilai dua proyek investasi yang mempunyai rate of return dan resiko yang sama, sehingga dapat dipilih investasi yang jangka waktu pengembaliannya cepat.

3) Cukup sederhana untuk memilih usul-usul investasi.

Kelemahan Payback Method

1) Tidak memperhatikan nilai waktu dari uang.

2) Tidak memperhitungkan nilai sisa dari investasi.

3) Tidak memperhatikan arus kas setelah periode pengembalian tercapai.


Rumus periode pengembalian jika arus kas per tahun jumlahnya berbeda



a - b

Payback Period = n +_____ x 1 tahun

c - b


n = Tahun terakhir dimana jumlah arus kas masih belum bisa menutup investasi mula-mula

a = Jumlah investasi mula-mula

b = Jumlah kumulatif arus kas pada tahun ke – n

c = Jumlah kumulatif arus kas pada tahun ke n + 1

Rumus periode pengembalian jika arus kas per tahun jumlahnya sama

Investasi awal

Payback Period = ____________ x 1 tahun

Arus kas

· Periode pengembalian lebih cepat : layak

· Periode pengembalian lebih lama : tidak layak

· Jika usulan proyek investasi lebih dari satu maka periode pengembalian yang lebih cepat yang dipilih

Contoh kasus arus kas setiap tahun jumlahnya berbeda

Suatu usulan proyek investasi senilai Rp. 600 juta dengan umur ekonomis 5 tahun, Syarat periode pengembalian 2 tahun, dengan tingkat bunga 12% per tahun, dan arus kas pertahun adalah :

· Tahun 1 RP. 300 juta

· Tahun 2 Rp. 250 juta

· Tahun 3 Rp. 200 juta

· Tahun 4 Rp. 150 juta

· Tahun 5 Rp. 100 juta


Arus kas dan arus kas kumulatif

Tahun

Arus kas

Arus kas kumulatif

1

300.000.000

300.000.000

2

250.000.000

550.000.000

3

200.000.000

750.000.000

4

150.000.000

900.000.000

5

100.000.000

1.000.000.000

Periode Pengembalian

a - b

= n +_____ x 1 tahun

c - b

Rp 600jt - Rp 550jt

=2 + _______________ x 1 tahun

Rp 750jt - Rp 550jt

= 2,25 tahun atau 2 tahun 3 bulan

v Periode pengembalian lebih dari yang disyaratkan oleh perusahaan maka usulan proyek investasi ini di tolak


































































Wednesday, June 16, 2010

Latar Belakang Pemilihan Payback period

Payback period merupakan salah satu metode analisis dari cost dan benefit investasi yang cukup dikenal oleh khalayak.

Penulis memilih untuk mengangkat topik payback period ini atas dasar beberapa alasan.
Alasan-alasan tersebut adalah:

1. Penulis melihat bahwa payback period mudah untuk digunakan sekalipun oleh orang awam.
Hal ini dilihat dari cara perhitungannya dan data-data yang dibutuhkan untuk melakukan analisis ini.

2. Penulis melihat bahwa Payback period ini memberikan keuntungan dan membantu para investor untuk mengambil keputusan investasi

3. Penulis melihat bahwa ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh investor dalam penggunaan payback period ini.